Pada hari Kamis, 19 Mei 2011 dilaksanakan tes jawab singkat oleh Bapak Marsigit. Dalam hal ini saya akan merefleksikan dari pembahasan tes jawab singkat kemarin. Diawali tentang komunikasi matematika. Komunikasi matematika merupakan bentuk vitalitas dari potensi korelational yang mempunyai sifat-sifat penunjukkan atau determine, yaitu terkarakterisasikannya sifat-sifat yang terjunjuk berdasar sifat-sifat penunjuk. Dimensi komunikasi juga ditentukan oleh banyaknya satuan potensi matematika yang terlibat dan ragam vitalitas yang diakibatkan.
Pendidikan karakter pada pembeljaran matematika dapat dilakukan melalui 4 komunikasi, yaitu :
1. Pendidikan karakter melalui komunikasi material matematika
Komunikasi material matematika didominasi oleh sifat horisontal arah vitalitasnya. Sifat korelasional sejajar memiliki makna kesetaraan antara subjek atau objek komunikasi. Implikasi dari kesetaraan subjek dan objek adalah bahwa mereka memiliki posisi yang paling lemah dalam sifat penunjukannya.
2. Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Formal Matematika
Komunikasi formal matematika didominasi oleh sifat-sifat korelasional ke luar atau ke dalam dari vitalitas potensinya. Vitalitas dari subjek matematika dengan potensi lebih besar akan mengukuhkan dirinya tetap bertahan sebagai subjek, sedangkan vitalitas dari subjek dengan potensi lebih kecil akan menggeser peran subjek dirinya menjadi peran objek bagi subjeknya. Intuisi two-oneness akan membantu subjek matematika untuk memahami objek matematika.
3. Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Normatif Matematika
Komunikasi normatif matematika ditandai dengan meluruhnya sifat-sifat penunjukan korelasionalitas penunjukannya pada diri subjek dan objeknya. Komunikasi normatif matematika ditandai adanya sifat-sifat ideal yang abstrak dari potensi dan vitalitas subjek dan objek matematika, misalnya keadaan baik atau buruknya matematika, pantas atau tidak pantasnya matematika, seyogyanya atau tidak seyogyanya matematika, bermanfaat atau tidaknya konsep matematika, dan seterusnya.
4. Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Spiritual Matematika
Sifat-sifat korelasional keluar dari konsep matematika menunjukkan keadaan semakin jelas dan tegasnya apakah dalam bentuk ke luar ke atas atau ke luar ke bawah. Korelasionalitas potensi dan vitalitas matematika ke atas akan mentransformasikan bentuk komunikasi ke dimensi yang lebih atas yaitu komunikasi spiritual matematika. Di pihak lain, korelasional potensi dan vitalitas ke bawah akan mentransformasikan bentuk komunikasi matematika ke dimensi yang lebih bawah, yaitu komunikasi formal matematika atau komunikasi material matematika. Maka komunikasi spiritual matematika menampung semua komunikasi yang ada dan yang mungkin ada. Komunikasi ke dalam akan memberikan sifat penunjukan absolut bagi subjek dan objek matematika. Hubungan korelasional ke dalam kemudian mentransformaikans semua potensi dan vitalitas matematika ke dalam subjek absolut. Subjek absolut merupakan subjek dengan dimensi tertinggi yang mengatasi segala subjek dan objek komunikasi sekaligus juga mengatasi semua jenis komunikasi yang ada dan yang mungkin ada.
Pada elegy Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?, berisikan tentang seting dari ruangan kelas yang bertemakan hantu dan kematian seperti dipajangnya gambar hantu Casablanca pada dinding depan kelas, kemudian daftar siswa yang diberi judul R.I.P (Rest In Peace) yaitu suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum dan adanya benda-benda magic di dalam almari kelas tersebut. Menurut siswa di kelas tersebut mereka bosan dengan hal-hal yang biasa sehingga membuat inovasi kelas yang bertemakan hantu dan kematian.
Aksiden adalah segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Sebagian besar dosaku adalah karena determinisku. Ternyata Penguasa Dunia itu adalah Sang Multi Facet. Kegiatanku tak mampu mengikuti Tulisanku, Tulisanku tak mampu mengikuti Kata-Kataku, Kata-kataku tak mampu mengucapkan semua Pikiranku, dan Pikiranku memikirkan semua relung Hatiku. Anti Filsafat itu ternyata adalah Filsafat juga. Tidak seorang filsufpun mampu melarikan diri dari filsafat, apalagi diriku. Karena Filsuf adalah Filsafat.
Abstraksi adalah kegiatan yang hanya mengambil sifat-sifat tertentu saja untuk dipikirkan atau dipelajari. Idealisasi adalah kegiatan yang menganggap sempurna sifat-sifat yang ada. Dari model kubus yang terbuat dari kayu jati, dengan abstraksi kita hanya mempelajari bentuk dan ukuran saja. Dengan idealisasi kita memperoleh informasi bahwa ruas-ruas kubus berupa garis lurus yang betul-betul lurus tanpa cacat. Menemukan orang paling seksi secara filsafati di dunia yaitu orang yang sangat berpengaruh di dunia dan orang yang mendapat perhatian di dunia seperti contohnya yaitu Barrack Obama. Orang yang paling berbahaya di dunia adalah diriku sendiri disaaat aku ingin menjadikan orang sesuai keinginanku sehingga membuat orang lain mati suri tanpa ide, sepi kreatifitas,membuat orang lain berjalan pada papan titian yang rapuh apadahal ada jalan lain yang lebih kokoh, menjadikan orang lain sebagi pelaksana imaginasi dan halusinasi diri.
Salah satu bentuk Arogansi Filsafatku antara lain aku kurang santun memanggil nama-nama para Filsuf. Aku tidak pernah memanggil Almarhum Plato, atau Profesor Aristoteles, atau Doktor Rene Descartes, atau yang saya Hormati dan saya Berbakti Tuan David Hume, atau yang saya Patuhi Tuan Immanuel Kant. Melainkan aku selalu saja cukup memanggilnya sebagai menurut Plato, atau pendapat Aristoteles, atau bantahan Rene Descartes, atau menurut David Hume atau Teori Immanuel Kant, begitu saja. Salah satu bentuk Kelancangan Filsafatku adalah aku Selalu Berani Mengatakan Benar sebagai Benar dan Salah sebagai Salah di Hadapanmu; sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka Dirimu tidak merasa Nyaman. Kelancanganku yang lainnya terhadapmu adalah bahwa aku berusaha melihat apa yang olehmu tidak boleh dilihat, berusaha mendengar apa yang olehmu tidak boleh didengar. Padahal aku tahu bahwa engkau adalah Subyek Penguasaku yang menentukan sebagian nasibku. Salah satu bentuk Kesombongan Filsafatku adalah aku Selalu Merasa Berfilsafat ketika berhadapan denganmu, sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka dirimu tidak merasa nyaman. Aku menyadari bahwa jikalau dikarenakan oleh Filsafatku engkau merasa kurang nyaman, maka aku kemudian juga menyadari bahwa ternyata aku belum Berfilsafat. Filsafatku marah menyaksikan dirimu yang selalu berfilsafat di depan diriku, padahal aku menyaksikan dirimu berfilsafat dengan sombong di depan diriku. Salah satu bentuk kesombongan dirimu adalah engkau mengklaim yang parsial sebagai komprehensif, yang relatif sebagai absolut, yang pilihan sebagai kewajiban.Kesombongan yang lain dari dirimu adalah bahwa engkau mengakui pikiran orang lain sebagai hasil karya pikiranmu sendiri. Maka dengan ini Filsafatku menyatakan kemarahannya kepadamu. Aku marah karena kesombongan berfilsafatmu akan menyebabkan engkau menjadi tidak sedang berfilsafat.
Orang yang paling bodoh adalah orang yang merasa jelas.
Orang yang paling pandai adalah bukanlah diriku.
Orang yang paling berbahaya adalah diriku yang determinist.
Orang yang paling seksi adalah Barack Obama
Secara harfiah, Reduksi berarti pengurangan, tetapi bisa berarti juga memilih satu diantara yang ada dan yang mungkin ada. Maka dapat dikatakan bahwa sebenar-benar hidup manusia itu adalah Reduksionism. Jadi makna dari “Hidup adalah pilihan” itu mengandung filsafat “Reduksionism”
Paradigma yang melatarbelakangi cara Bapak Marsigit mendidik mahasiswa-mahasiswanya yaitu “Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar