Senin, 20 Juni 2011

MENERAPKAN FILSAFAT PADA PENDIDIDKAN MATEMATIKA DI SEKOLAH

Sebagai landasan untuk memahami filsafat pendidikan matematika di sekolah, kita harus terlebih dahulu memahami apakah itu tujuan pendidikan. Selanjutnya implementasi dari tujuan pendidikan matematika harus dapat menjadi landasan untuk menguasai iptek dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara bagi setiap warga sistem. Para ahli filsafat mempublikasikan pendapat-pendapatnya tentang tujuan matematika yaitu “Tujuan Pendidikan Matematika adalah penekanan pemahaman konsep matematika dan penggunaan matematika pada kehidupan masyarakat, karena tak ada bidang ilmu pengetahuan yang tidak memerlukan matematika”. Yang terbagi atas:
  1. Tujuannya harus konsisten sehingga diharapkan siswa dapat menguasai dan memperoleh penghargaan.
  2. Matematika sebagai bagian yang penting dalam komunikasi
  3. Matematika sebagai alat yang sangat kuat sehingga siswa dapat mengembangkannya
  4. Penghargaan hubungan didalan matematika
  5. Kesadaran tentang daya tarik matematika
  6. Berkhayal, inisiatif dan kelenturan dalam berfikir matematika
  7. Bekerja secara sistematis matematika
  8. Bekerja mandiri
  9. Bekerja bersama-sama.
  10. Belajar matematika lebih mendalam.
  11. Siswa percaya diri dengan kemampuan matematikanya
Berbagai pendapat mengenai tujuan pendidikan matematika di dunia, tidak terlepas dari teori filsafat pendidikan yang melatarbelakanginya. Paul Ernest dari University of Exeter (2008) menyatakan bahwa filsafat pendidikan matematika tidak memerlukan interpretasi yang sistem sebanyak area studi dan area investigasinya.
Selanjutnya Ernest menyatakan :”The philosophy of mathematics is undoubtedly an important aspect of philosophy of mathematics education, especially in the way that the philosophy of mathematics impacts on mathematics educations”.
Dalam studinya mengenai filsafat pendidikan matematika, Stephen Brown (1995) mempertanyakan tiga pertanyaan mengenai fokus atau dimensi filsafat, yaitu:
1.      Fisafat diterapkan pada pendidikan matematika?
2.      Filsafat matematika diterapkan pada pendidikan matematika ataukah pada pendidikan secara umum?
3.      Filsafat pendidikan diterapkan pada pendidikan matematika?
Beberapa isu dan pertanyaan yang berhubungan dengan filsafat pendidikan matematika diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1.    Apakah matematika?
Merupakan pengetahuan matematika (di sekolah-sekolah) yang harus merefleksikan ruang lingkuap matematika sebagai pembentuk masyarakat yang menjadi pengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari di mana matematika adalah alat untuk melatih cara berfikir.
2.    Bagaimanakah matematika berhubungan dengan masyarakat?
Hal ni harus dapat merefleksikan nilai-nilai dasar dan epistemologin\matematika. Sehingga kurikulim matematika harus mencerminkan keanekaragaman sejarah, budaya, dan lokasi geografis. Sumber ilmu matematika yang tertanam dalam kehidupan social yang modern, matematika harus mudah dipahami oleh wanita, etnik minoritas ataupun kelompok kecil masayarakat lain ( misalkan daerah-daerah terpencil)
3.        Apakah Pembelajaran Matematika?
Adalah pembelajaran yang melibatkan anak-anak peserta didik secara aktif terhadap bidang ilmu matematika, pemecahan soal-soal matematika,penggunaan matematika dalam kehidupan dan lingkungannya dalam konteks kehidupan social yang lebih luas.
4.    Apakah Pengajaran Matematika?
Pengajaran matematika meliputi cara- cara atau metode pengajaran yang menceakup sejumlah komponen diantaranya: (1) diskusi diantara pelajar, diantara guru dan pelajar; (2) kerjasama dalam kelompok, kerjasama dalam pemecahan masalah; (3) kemampuan perorangan dalam meneliti, membahas, memahami topic-topik matematika; (4) tehnik bertanya, pedagogic dan model penilaian, cara berpikir kritis; (5) keterkaitan (penggunaan) matematika dalam kehidupan sehari-hari.
5.        Apakah Status pendidikan matematika sebagai Lapangan Pengetahuan?
Apakah basis dari pendidikan matematika dapat dikatakan sebagai pengetahuan? Apakah pendidikan Matematika mmemrlukan disiplin, inkuiry, suatu area interdisiplin, sebah domain dari penerapan ekstrdisiplin, atau apa? Apakah ada hubungan dengan disiplin ilmu lain seperti filsafat, sosiologi, psikilogi, linguistic, dll? Apakah yang kita ketahui tentang pendidikan matematika?Apakah metode penelitian dan metodologi yang diterapkan dan apakah dasar psikologinya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi dasar yang penting untuk memahami dan mengeksplorasi mengenai filsafat pendidikan matematika di masa yang akan datang.
Prinsip-prinsip pendidikan juga diperlukan. Yaitu ada 2, antara lain : (1) sekolah dan kurikulum harus mewujudkan dan menghormati nilai-nilai di atas sebanyak mungkin, dan (2) kurikulum matematika harus merupakan seleksi perwakilan, yang mencerminkan sifat disiplin itu sendiri.
Sesuai dengan prinsip-prinsip ini, matematika sekolah harus mencerminkan.
Berikut adalah beberapa fitur matematika.
1.       Matematika terutama terdiri dari masalah matematika manusia berpose dan
pemecahan, suatu kegiatan yang dapat diakses oleh semua. Akibatnya, sekolah matematika untuk semua harus terpusat peduli dengan manusia masalah matematika berpose dan pemecahan, dan harus mencerminkan falibilitas nya.
2.      Matematika merupakan bagian dari budaya manusia, dan matematika masing-masing
budaya melayani tujuan sendiri yang unik, dan sama berharga. Akibatnya, matematika sekolah harus mengakui beragam budaya dan sejarah atau igins dan tujuan matematika, dan yang nyata kontribusi dari semua, termasuk perempuan dan negara-negara non-Eropa.
3.      Matematika tidak netral, tetapi sarat dengan nilai-nilai pembuat dan merekakonteks budaya, dan pengguna dan pencipta matematika memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan efek pada dunia sosial dan alam. Akibatnya sekolah matematika harus secara eksplisit mengakui nilai-nilai yang terkait dengan matematika, dan menggunakan sosialnya. Pelajar harus sadar sosial implisit pesan dalam kurikulum matematika dan harus memiliki kepercayaan diri, pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memahami sosial menggunakan matematika.


Teori matematika sekolah yaitu bahwa matematika adalah 'tubuh yang jelas pengetahuan dan teknik' (Lawlor, 1988, halaman 9), terdiri dari fakta-fakta dan keterampilan (juga 'rumit dan canggih konsep yang lebih tepat untuk penelitian akademik'). Keterampilan mencakup 'pemahaman sederhana matematika 'dan fakta-fakta termasuk '2 +2 = 4' (Letwin, 1988). Matematika Sekolah jelas batas-batasnya dari daerah lain pengetahuan, dan harus dijaga bebas darinoda hubungan silang-kurikuler dan nilai-nilai sosial (Lawlor, 1988, halaman 7). Masalah Sosial tidak punya tempat dalam matematika (Kampanye untuk Real Pendidikan, 1987), yang benar-benar netral, dan keprihatinan hanya tujuan isi seperti jumlah dan perhitungan.
Epistemologi dan filsafat matematika yaitu Pengetahuan berasal dari otoritas, baik itu Alkitab, atau dari para ahli. Pengetahuan benar adalah pasti, dan di atas pertanyaan. Matematika, seperti sisa pengetahuan, adalah isi
benar fakta, keahlian dan teori.

Filsafat secara eksplisit menyatakan kita bersangkutan dengan
keyakinan yang diucapkan
sistem individu dan kelompok. Keyakinan seperti ini tidak begitu mudah terlepas dari konteks mereka sebagai filsafat publik, menjadi bagian dari keseluruhan ideologis penghubung. Ini mencakup banyak komponen yang saling terkait, termasuk pribadi epistemologi, kumpulan nilai-nilai dan teori-teori pribadi lainnya. Oleh karena itu lebih dari sekedar epistemologi diperlukan untuk menghubungkan filsafat publik dengan ideologi pribadi. Termasuk juga filsafat pada matematika di sekolah.

Rabu, 25 Mei 2011

REFLEKSI TES JAWAB SINGKAT FILSAFAT


           Pada hari Kamis, 19 Mei 2011 dilaksanakan tes jawab singkat oleh Bapak Marsigit. Dalam hal ini saya akan merefleksikan dari pembahasan tes jawab singkat kemarin. Diawali tentang komunikasi matematika. Komunikasi matematika merupakan bentuk vitalitas dari potensi korelational yang mempunyai sifat-sifat penunjukkan atau determine, yaitu terkarakterisasikannya sifat-sifat yang terjunjuk berdasar sifat-sifat penunjuk. Dimensi komunikasi juga ditentukan oleh banyaknya satuan potensi matematika yang terlibat dan ragam vitalitas yang diakibatkan.
            Pendidikan karakter pada pembeljaran matematika dapat dilakukan melalui 4 komunikasi, yaitu :
1. Pendidikan karakter melalui komunikasi material matematika
Komunikasi material matematika didominasi oleh sifat horisontal arah vitalitasnya. Sifat korelasional sejajar memiliki makna kesetaraan antara subjek atau objek komunikasi. Implikasi dari kesetaraan subjek dan objek adalah bahwa mereka memiliki posisi yang paling lemah dalam sifat penunjukannya.
2. Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Formal Matematika
Komunikasi formal matematika didominasi oleh sifat-sifat korelasional ke luar atau ke dalam dari vitalitas potensinya. Vitalitas dari subjek matematika dengan potensi lebih besar akan mengukuhkan dirinya tetap bertahan sebagai subjek, sedangkan vitalitas dari subjek dengan potensi lebih kecil akan menggeser peran subjek dirinya menjadi peran objek bagi subjeknya. Intuisi two-oneness akan membantu subjek matematika untuk memahami objek matematika.
3. Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Normatif Matematika
Komunikasi normatif matematika ditandai dengan meluruhnya sifat-sifat penunjukan korelasionalitas penunjukannya pada diri subjek dan objeknya.  Komunikasi normatif matematika ditandai adanya sifat-sifat ideal yang abstrak dari potensi dan vitalitas subjek dan objek matematika, misalnya keadaan baik atau buruknya matematika, pantas atau tidak pantasnya matematika, seyogyanya atau tidak seyogyanya matematika, bermanfaat atau tidaknya konsep matematika, dan seterusnya.
4. Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Spiritual Matematika
Sifat-sifat korelasional keluar dari konsep matematika menunjukkan keadaan semakin jelas dan tegasnya apakah dalam bentuk ke luar ke atas atau ke luar ke bawah. Korelasionalitas potensi dan vitalitas matematika ke atas akan mentransformasikan bentuk komunikasi ke dimensi yang lebih atas yaitu komunikasi spiritual matematika. Di pihak lain, korelasional potensi dan vitalitas ke bawah akan mentransformasikan bentuk komunikasi matematika ke dimensi yang lebih bawah, yaitu komunikasi formal matematika atau komunikasi material matematika. Maka komunikasi spiritual matematika menampung semua komunikasi yang ada dan yang mungkin ada. Komunikasi ke dalam akan memberikan sifat penunjukan absolut bagi subjek dan objek matematika. Hubungan korelasional ke dalam kemudian mentransformaikans semua potensi dan vitalitas matematika ke dalam subjek absolut. Subjek absolut merupakan subjek dengan dimensi tertinggi yang mengatasi segala subjek dan objek komunikasi sekaligus juga mengatasi semua jenis komunikasi yang ada dan yang mungkin ada.

Pada elegy Forum Tanya Jawab 2: Tema Hantu dan Kematian di kelas RSBI....?, berisikan tentang seting dari ruangan kelas yang bertemakan hantu dan kematian seperti dipajangnya gambar hantu Casablanca pada dinding depan kelas, kemudian daftar siswa yang diberi judul R.I.P (Rest In Peace)  yaitu suatu istilah Inggris (Barat) untuk menunjuk Almarhum dan adanya  benda-benda magic di dalam almari kelas tersebut. Menurut siswa di kelas tersebut mereka bosan dengan hal-hal yang biasa sehingga membuat inovasi kelas yang bertemakan hantu dan kematian.

Aksiden adalah segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Sebagian besar dosaku adalah karena determinisku. Ternyata Penguasa Dunia itu adalah Sang Multi Facet. Kegiatanku tak mampu mengikuti Tulisanku, Tulisanku tak mampu mengikuti Kata-Kataku, Kata-kataku tak mampu mengucapkan semua Pikiranku, dan Pikiranku memikirkan semua relung Hatiku. Anti Filsafat itu ternyata adalah Filsafat juga. Tidak seorang filsufpun mampu melarikan diri dari filsafat, apalagi diriku. Karena Filsuf adalah Filsafat.

Abstraksi adalah kegiatan yang hanya mengambil sifat-sifat tertentu saja untuk dipikirkan atau dipelajari. Idealisasi adalah kegiatan yang menganggap sempurna sifat-sifat yang ada. Dari model kubus yang terbuat dari kayu jati, dengan abstraksi kita hanya mempelajari bentuk dan ukuran saja. Dengan idealisasi kita memperoleh informasi bahwa ruas-ruas kubus berupa garis lurus yang betul-betul lurus tanpa cacat. Menemukan orang paling seksi secara filsafati di dunia yaitu orang yang sangat berpengaruh di dunia dan orang yang mendapat perhatian di dunia seperti contohnya yaitu Barrack Obama. Orang yang paling berbahaya di dunia adalah diriku sendiri disaaat aku ingin menjadikan orang sesuai keinginanku sehingga membuat orang lain mati suri tanpa ide, sepi kreatifitas,membuat orang lain berjalan pada papan titian yang rapuh apadahal ada jalan lain yang lebih kokoh, menjadikan orang lain sebagi pelaksana imaginasi dan halusinasi diri.
Salah satu bentuk Arogansi Filsafatku antara lain aku kurang santun memanggil nama-nama para Filsuf. Aku tidak pernah memanggil Almarhum Plato, atau Profesor Aristoteles, atau Doktor Rene Descartes, atau yang saya Hormati dan saya Berbakti Tuan David Hume, atau yang saya Patuhi Tuan Immanuel Kant. Melainkan aku selalu saja cukup memanggilnya sebagai menurut Plato, atau pendapat Aristoteles, atau bantahan Rene Descartes, atau menurut David Hume atau Teori Immanuel Kant, begitu saja. Salah satu bentuk Kelancangan Filsafatku adalah aku Selalu Berani Mengatakan Benar sebagai Benar dan Salah sebagai Salah di Hadapanmu; sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka Dirimu tidak merasa Nyaman. Kelancanganku yang lainnya terhadapmu adalah bahwa aku berusaha melihat apa yang olehmu tidak boleh dilihat, berusaha mendengar apa yang olehmu tidak boleh didengar. Padahal aku tahu bahwa engkau adalah Subyek Penguasaku yang menentukan sebagian nasibku. Salah satu bentuk Kesombongan Filsafatku adalah aku Selalu Merasa Berfilsafat ketika berhadapan denganmu, sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka dirimu tidak merasa nyaman. Aku menyadari bahwa jikalau dikarenakan oleh Filsafatku engkau merasa kurang nyaman, maka aku kemudian juga menyadari bahwa ternyata aku belum Berfilsafat. Filsafatku marah menyaksikan dirimu yang selalu berfilsafat di depan diriku, padahal aku menyaksikan dirimu berfilsafat dengan sombong di depan diriku. Salah satu bentuk kesombongan dirimu adalah engkau mengklaim yang parsial sebagai komprehensif, yang relatif sebagai absolut, yang pilihan sebagai kewajiban.Kesombongan yang lain dari dirimu adalah bahwa engkau mengakui pikiran orang lain sebagai hasil karya pikiranmu sendiri. Maka dengan ini Filsafatku menyatakan kemarahannya kepadamu. Aku marah karena kesombongan berfilsafatmu akan menyebabkan engkau menjadi tidak sedang berfilsafat.
Orang yang paling bodoh adalah orang yang merasa jelas.
Orang yang paling pandai adalah bukanlah diriku.
Orang yang paling berbahaya adalah diriku yang determinist.
Orang yang paling seksi adalah Barack Obama
Secara harfiah, Reduksi berarti pengurangan, tetapi bisa berarti juga memilih satu diantara yang ada dan yang mungkin ada. Maka dapat dikatakan bahwa sebenar-benar hidup manusia itu adalah Reduksionism. Jadi makna dari “Hidup adalah pilihan” itu mengandung filsafat “Reduksionism”
Paradigma yang melatarbelakangi cara Bapak Marsigit mendidik mahasiswa-mahasiswanya yaitu “Belajar itu kapanpun dan dimanapun secara kontinu”

Itulah hasil refleksi yang dapat saya simpulkan dari kegiatan tes jawab singkat pada perkuliahan minggu kemarin. Semuanya bersumber dari elegi-elegi Pak Marsigit.

Rabu, 11 Mei 2011

MENGENAL LEBIH DALAM ANTARA ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI dan AKSIOLOGI

        Hubungan ontologi dengan ontologi yaitu manusia berusaha untuk mengetahui hakekat, namun tidak akan pernah  bisa. Karena tidak akan pernah cukup hakekat (ontologi) atas ontologi hanyalah ALLAH SWT.
       Epistimologi dengan ontology merupakan hak daripada epistimologi yaitu metode. Epistimologi dengan epistimologi merupakan kebenaran (epistimologi), metode (epistimologi) dan ontology dengan epistimologi tidak bisa dipisahkan.
       Antara Aksiologi dengan Ontologi merupakan hak baik dan buruk. Hak baik buruk itu berbeda-beda setiap orang.  Segala sesuatunya menentang, antara lain :
Spiritual
Normal
Formal
Material
      Hubungan antara Ontologi dengan Epistimologi yaitu metodenya daripada menggali hakekat tarekat islam. Oleh hati dan olah pikiran adalah metode.
     Aksiologi dan epistimologi merupakan metode baik buruk. Bagaimana OBL mengembangkan metode. Bagaimana metode mengungkap baik-buruk. Antara Aksiologi tentang Ontologi yaitu baik buruknya hakekat. Taktik dan estetikanya membicarakan hakekat. Sesuai tempat, misalnya : Masjid.
     Epistimologi dengan Aksiologi yaitu etik dan estetikanya metoda. Contohnya bagaimana cara meminta uang yang sesuai dengan etik dan estetikanya metoda. Antara Aksiologi dengan Aksiologi yaitu baik buruknya tentang baik buruk. Misal, kasus ritual (Cankir : Nyancang pikir, Tebu: Anteping kalbu) artinya menyampaikan kebaikan dengan cara yang baik.
    Hati yang mantab bisa juga mengalahkan rintangan. Ijab Kabul terkandung dalam hakekat dalam mengarungi pernikahan. Dalam Epistimologinya yaitu perbedaan adat istiadat (penghubung), sedangkan aksiologinya yaitu etik dan estetikanya (sifat).
      Filsafat adalah olah pikir yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Aksiologi hakekat mimpi yaitu menyampaikan mimpi pada orang lain tetapi tak selamanya dapat diceritakan.
Tentang pengalaman spiritual. Hakekat khusuk (tidak akan pernah sampai), kita harus mempelajari epistimologi dan metodenya. Epistimologi harus mengikuti yang telah diajarkan. Aksiologinya ternyata tidak dapat diceritakan kepada orang lain.
      Apakah kita dapat mencapai batas pikiran?
    Tidak, setiap pikiranku dapat menjawab doaku. Maka batas pikiran adalah hatiku. Urutannya adalah tindakan, tulisan, pikiran, doa.
     Syarat berfilsafat agar tidak berpikir prejudis. Yaitu Mitos terdiri dari dangkal, dalam, primitive, dan sempit. Jika banyak berpikir maka akan mengalami degradasi, maka imbangi dengan doa dan istigfar. Karena mitos tidak selamanya buruk namun bisa jadi ilmu.
      Imanuel Kant adalah filsafat kritik. Kritikal yaitu sadar terhadap ruang dan waktu. Setiap kata adalah puncak gunung esnya ontology. Tesis-antitesis-sintesis adalah hidupku sendiri. 2+3 = 5 adalah benar jika netral terhadap ruang dan waktu. Namun jika sudah kita lekatkan terhadap ruang dan waktu maka 2≠2.
      Ketika terjaga kebersihan dalam hati yaitu dengan mengikuti tarekat islam. Kalau dapat menjaga pikiran dan hati maka akan mempertajam indera. Berpikir diawali dengan kesadaran, kesadaran diikuti tentang maksudnya sadar tentang hal apa. Dapat sadar keluar dan sadar kedalam. Sadar keluar seperti misalnya berkhayal (tidak mempunyai dasar, berlogika tapi tidak ada pengalaman, koheren sifatnya yaitu separuh dunia). Sadar kedalam yaitu berfilsafat. Selama ini aku berpikir filsafat melalui bahasa. Bahasa adalah diriku. Hukum identitas A adalah A. Hukum identitas akan kontradiksi jika sudah diungkapkan. Bahasa filsafat diusulkan agar coinmonsense (bahasa sehari-hari). Menggunakan bahasa analog. Matematika murni dipandang sebagai hukum identitas maka menurut Imanuel Kant matematika murni bukanlah ilmu.

Rabu, 04 Mei 2011

Semua tentang "Filsafat”

Bagaimana seseorang itu dapat dikatakan seksi?
            Orang seksi adalah orang yang paling menarik perhatian di dunia atau dapat mencuri perhatian di seluruh dunia. Misalnya saja Barrack Obama, beliau adalah presiden dari negara adidaya yang sangat menarik perhatian di dunia. Segala yang dilakukan olehnya selalu terpantau oleh dunia.
            Apa yang diamksud dengan comment surrable ?
            Comment surrable  berarti mengukur dengan ukuran yang sama. Misalnya skala pada bilangan segitiga siku-siku, sisi miringnya merupakan tidak comment surrable. Contoh lain yaitu mn menimbang emas dengan timbangan beras (tidak comment surrable), balapan motor antara motor 125 cc dengan motor yang 100 cc (tidak comment surrable).
            Bagaimana pengaruh Hilbert dalam matematika di dunia?
            Hilbert sangat membawa pengaruh besar dalam bidang matematika di dunia, karena beliau berhasil membangun sistem matematika formal.
            Filsafat 3 pilar, Jelaskan?
            Filsafat 3 pilar itu adalah ontology, epistimologi, dan aksiologi. Dari ketiga pilar tersebut kita dapat mengetahui kualitas secara bertingkat. Misal kualitas pertama saya  itu penampakan saya, kedua sya itu pikiran, perasaan, cita-cita dan yang ketiga saya itu adalah tak hingga.
            Bagaimana menurut bapak Marsigit mengenai tema hantu pada RSBI ?
            Tergantung pada level apa yang dipikirkan jika berpikir baik maka baiklah tetapi jika berpikir buruk maka buruklah. Hati itu merupakan keyakinan dan spiritual kita, kalau hati kita berpikiran hantu maka akan menimbulkan musibah dan itu harus diruwat. Generasi muda saat ini kehilangan pedoman-pedoman.
            Objek formal dan material, jelaskan?
            Objek formal merupakan wadah, sedangkan material adalah isinya. Contohnya botol air, objek formal dari botol air adalah botol dan materialnya adalah air. Contoh dalam bidang matematika yaitu objek formal yaitu riset dan materialnya yaitu pendidikan matematika. Dalam filsafat orang yang bahagia adalah orang yang berada di tengah (terjebak dalam mitos).
            Manfaat pendidikan karakter ?
            Dilihat dari sudut pandang oleh siapa dan untuk siapa. Berfilsafat itu menembus ruang dan waktu. Berpikir ekstensi artinya jika pikiranmu sudah terang maka sebenar-benarnya itulah kegelapan. Karena saat engkau mengatakan terang maka itu adalah gelap.
-          Terang dalam hati yaitu setinggi-tinggi keadaan hati ketika hatiku tidak ada jarak antara diriku dan Sang Pencipta
-          Terang dalam pikiran disebut juga ontology berpikir yaitu keadaan paling tinggi saat mengambil keputusan.
-          Terang dalam badan
Eksperimen berpikir misalnya:
-          Intuisi (pengalaman) yaitu apa yang dipikirkan akan menjadi kenyataan jika dihubungkan dengan intuisi.
-          Cerah pengalaman yaitu korespondensi
-          Cerah Logika yaitu Koherensi
Apa itu Imajiner?
Imajiner artinya membayangkan. Kesadaran itu ketika aku tidak tidur.
Lebih dahulu mana ada dan yang mungkin ada? Dahulu pikiran yang akan membuat sesuatu itu.
Semua hal di atas adalah bentuk pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat pembelajaran filsafat. Itu semua merupakan hal yang ada dan yang mungkin ada, relative terhadap ruang dan waktu.